SIARAN PERS : Esia Siapkan Hape & Kartu Perdana Khusus Lampung
Sebagai Produk Asal Lampung, Esia Ajak Orang Lampung Dukung Kampung
Lampung tak hanya dikenal karena kumpulan cerita tentang gajah dan transmigrasi, tapi juga punya sejarah panjang orang terpandang. Tengoklah Henry Yosodiningrat, Ketua Gerakan Anti Narkoba dan juga Keluarga Bakrie, pengusaha Indonesia yang melahirkan Bakrie Telecom dan Esia, produk telekomunikasi nasional.
Sementara dari dunia hiburan selain kelompok musik The Potter’s, Hijau Daun dan Kangen Band, juga ada artis asal Lampung, Arzetti Bilbina yang berprofesi sebagai peragawati, bintang film, model dan presenter.
Di dunia olah raga, Lampung juga telah lama dikenal sebagai gudangnya atlet berprestasi internasional di cabang angkat besi. Disitu ada nama Sutrisno, pemegang rekor dunia tahun 2005 dan kejuaraan Asia 2007. Winarni dan Sri Indriani, peraih medali perunggu di Olimpiade Sydney 2000. Masing-masing di kelas 53 kg dan 48 kg.
Lampung pun memiliki kebanggaan dalam dunia ilmu pengetahuan dimana David Halim, pemuda kelahiran 24 April 1990 berhasil meraih penghargaan medali perak Asian Pacific Physic Olympiade (Apho) VIII tahun 2007 di Shanghai, Cina.
Mereka adalah tokoh-tokoh nasional yang punya nama besar karena prestasi dan kemampuannya di bidangnya masing-masing. Sudah sepatutnya jika semangat dan cerita keberhasilan mereka bisa memberikan inspirasi bagi masyarakat Lampung lainnya bahwa mereka juga bisa. Apalagi melihat potensi ekonomi propinsi Lampung yang sangat menjanjikan, terutama di sektor perikanan dan perkebunan. Lampung punya masa depan yang cerah jika dilengkapi oleh semangat juang masyarakatnya.
Karena itu sebagai produk nasional asal Lampung, Esia mengajak masyarakat Lampung, baik yang merantau ke daerah lain maupun yang tetap tinggal di Lampung untuk aktif mendukung pembangunan daerah Lampung. ”Dari kehadiran tokoh-tokoh itu kita melihat sudah banyak orang Lampung yang telah memberikan prestasi baik nasional maupun internasional. Mereka bisa dan yakinlah anda pun juga bisa”, jelas Ridzki Kramadibrata, Executive Vice President PT Bakrie Telecom Tbk saat memberikan penjelasan latar belakang dilaksanakan acara Esia ini dihadapan media kemarin di Bandar Lampung.
Untuk itu Esia telah mengajak tokoh-tokoh itu datang ke Lampung dan langsung memberikan semangatnya kepada masyarakat lewat konser musik dan festival anak muda ”Orang Lampung Bisa!”di lapangan Saburai. ”Begitu mendengar gagasan Esia ini, mereka sangat antusias dan bersemangat untuk hadir. Bukan hanya sebagai tanda kecintaan pada daerah asal tapi juga ingin memberikan energi positifnya kepada sesama saudara bahwa mereka pun bisa sukses”.
Ajakan prestasi bagi orang Lampung ini menurut Ridzki didasari oleh keinginan Esia sebagai produk telekomunikasi nasional asal Lampung untuk mengajak tampil memperlihatkan kemampuannya. Sebagai produk nasional asal Lampung, Esia memiliki kedekatan batin dan ingin bersama-sama membangun propinsi Lampung dan memberdayakan masyarakatnya.
”Harap diingat, cikal bakal Esia tidak terlepas dari Lampung. Haji Achmad Bakrie, kakek dari Anindya N Bakrie, direktur utama Bakrie Telecom berasal dari Kalianda. Beliau pun mendirikan perusahaan Bakrie juga pertama kali di Lampung ini. Jadi bisa dikatakan Esia adalah produk asli asal propinsi Lampung”.
Selain ajakan untuk berprestasi, Esia juga mengeluarkan kartu perdana khusus Lampung. Kartu perdana ini selain memiliki keunggulan dari sisi tarif, juga memberikan bonus gratis nada sambung Esia yang berasal dari kedua band terkenal asal Lampung, Hijau Daun dan The Potter’s.
Esia juga meluncurkan Hape khusus Lampung dimana Hape Esia Merah Putih dan Hape Esia Idolaku mendapatkan bonus talktime on-net senilai Rp 299 ribu yang berlaku selama 2 bulan. Tawaran Esia ini berlaku hingga 31 Maret 2010.
Tarifnya pun jelas dan termurah. Hanya dikenal 4 tarif di Esia: Rp 40,- untuk telepon lokal sesama pelanggan Esia, Rp 80,- untuk telepon lokal ke operator CDMA lainnya atau telepon rumah, Rp 480,- untuk telepon lokal ke operator GSM dan terakhir Rp 800,- untuk telepon ke semua operator GSM di seluruh Indonesia dan dunia.
”Sebuah persembahan khusus Esia buat Lampung. Tidak saja berupa ajakan untuk mengharumkan nama daerah asal lewat prestasi tapi juga masyarakat Lampung dapat menikmati program khusus dan tarif murah untuk Lampung. Nikmati tarif murah Esia dan Marilah berprestasi untuk Lampung dan Indonesia”, kata Ridzki.
Konser musik dan festival anak muda diadakan Esia sebagai salah satu jalan untuk meraih sukses. Pada konser ini akan tampil band-band asal Lampung yang telah melakukan audisi. Jan Djuhana, Artis & Repertoire Director Sony Music Entertainment akan menseleksi langsung audisi tersebut sehingga band yang tampil di konser musik bukan saja berkualitas tapi juga punya akses untuk tampil ke tingkat nasional.
”Jan Djuhana bersedia ikut serta karena dia yakin betul akan potensi anak muda Lampung. Esia pun menghadirkan Jan untuk memberikan bukti bahwa Esia tidak sekedar menggugah semangat tapi juga menyediakan akses untuk berkembang. Tinggal anak muda Lampung sendiri yang membuktikannya”, ujarnya.
Selain menyelenggarakan konser musik dan festival anak muda, Esia juga berkomitmen menjalin kerjasama dengan pemerintah kota Lampung. Konser musik tersebut merupakan event pembuka dari serangkaian rencana kegiatan kemasyarakatan yang akan dilaksanakan dengan pemerintah kota Lampung di tahun 2010.



