Jiwa Industri Musik Pasar Berkembang Kini Bergerak di Mobile

Jakarta, 31 May 2010
Potters

HONG KONG, 28 Mei 2010 – Di tengah maraknya aksi pembajakan, menghadirkan musik mobile kepada masyarakat luas dapat menjadi solusi bagi industri musik. Model bisnis yang tepat akan memberikan kesempatan bagi industri musik dan telekomunikasi bergerak melawan aksi pembajakan. Kunci keberhasilannya adalah dengan menemukan model yang tepat dengan cara berpikir yang berbeda di pasar berkembang, terutama di Asia.

“Kita memerlukan cara berpikir yang berbeda untuk musik mobile di pasar berkembang dan model Unduh Digital anti-bajakan kami adalah contoh yang tepat untuk didiskusikan,” ujar Bakrie Telecom (BTEL) Deputy President Director Erik Meijer dalam Forum Musik Asia Pasifik 2010 di Hong Kong.
 
BTEL diundang oleh penyelenggara forum, yaitu Music Matters, untuk berbagi pengalaman sukses dalam menerapkan model pengunduhan musik yang legal dan berbayar melalui layanan telepon seluler di Indonesia. Di negara yang memiliki tingkat pembajakan sebesar 90 persen dari total pembelian dan konsumsi musik, layanan musik mobile BTEL telah berhasil menyumbang sebanyak 6 persen dari total pendapatan perusahaan. Jumlah ini merupakan yang tertinggi dibandingkan dengan perusahaan telekomunikasi di Indonesia lainnya.

Selain bagi industri telekomunikasi, keuntungan dari musik mobile juga dirasakan oleh kalangan  perusahaan rekaman. Ketua Asosiasi Rekaman Indonesia (ASIRI) Yusak Sutiono menyebutkan hal serupa pada Desember tahun lalu, saat ia mengatakan bahwa meningkatnya jumlah pengguna Nada Sambung Pribadi (NSP)  memberikan tambahan pemasukan bagi perusahaan rekaman dan menyelamatkan mereka dari bahaya pembajakan. Yusak juga mengatakan bahwa dalam jangka panjang, NSP akan dapat mendorong masyarakat untuk membeli musik secara legal.

BTEL bergerak lebih cepat dari lainnya dalam layanan NSP dengan berbagai inovasi seperti paket pembayaran harian dan mingguan, serta menciptakan mekanisme mencoba sebelum membeli atau Pre Listen sebagai proses edukasi pelanggan. Inovasi BTEL lainnya di NSP adalah menyederhanakan proses pencarian bagi pelanggan melalui layanan seperti “TEKAN BINTANG”, pencarian lagu dengan suara atau M-Search, pusat layanan telepon untuk NSP, dan berbagai layanan lainnya. Inovasi-inovasi tersebut menghasilkan tingkat penetrasi 20 persen di konsumer BTEL, atau setara dengan dua juta pelanggan yang aktif, dan rata-rata pemasukan sebesar Rp 11-12 milyar untuk perusahaan. Pencapaian ini merupakan kesuksesan karena rata-rata industri untuk penetrasi NSP adalah 5-12 persen. Selain NSP, layanan lain dari BTEL dalam musik mobile adalah Music Messaging dan Mobile Radio.

“Inovasi dalam NSP, Music Messaging dan Mobile Radio merupakan contoh dari ide-ide kami sebelumnya, sedangkan model Unduh Digital kami yang anti-bajakan adalah pemikiran baru dan menyegarkan yang berangkat dari semangat inovasi kami di rantai nilai musik mobile,” kata Erik dalam sesi acara “Mobile Music Matters” bersama dengan enam pembicara lainnya.

Pembicara lainnya termasuk perwakilan dari Sony Music dan Nokia. Dalam sesi tersebut didiskusikan model bisnis yang sukses untuk musik mobile. Model yang dimiliki oleh BTEL, yang memungkinkan pelanggan mengunduh 30 lagu per bulan, menyediakan musik bagi pelanggannya hanya dengan Rp1000 per hari. Untuk  peluncuran layanan ini di Indonesia, BTEL bermitra dengan Sony Music, Warner Music, Universal Music, dan Musica.

“Kami telah berhasil menyediakan layanan yang relevan, sederhana, dan terjangkau karena dalam cara berpikir kami yang berbeda, kami mengkaji kembali pemahaman dasar dari pasar utama konsumen Asia,” Erik tambahkan.

BTEL memiliki banyak pengalaman yang dapat dibagi dengan para peserta forum yang terdiri dari perusahaan rekaman, seniman atau artis dan perusahaan teknologi digital. Contohnya adalah seperti penetrasi layanan berbayar unduh musik digital di BTEL yang mencapai lebih dari 70 persen di antara pengguna perangkat musik. Ini berarti terdapat lebih dari 120.000 pengguna aktif layanan tersebut. Selain itu lebih dari 1 juta lagu telah diunduh dalam kurun waktu 200 hari sejak peluncuran layanan tersebut.

Forum Musik Asia Pasifik diselenggarakan dari tanggal 26-28 Mei 2010 di hotel Grand Hyatt Hong Kong. Forum ini merupakan konferensi bisnis musik tahunan yang dihadiri lebih dari 300 perusahaan tiap tahunnya di Hong Kong. Acara ditutup dengan penampilan pemenang Grammy Jason Mraz, yang menerima dua buah penghargaan dari BTEL yang diserahkan oleh Erik Meijer. Dua buah penghargaan tersebut adalah sebagai artis internasional yang lagu-lagunya paling banyak di-unduh bulan Mei ini melalui layanan unduh lagu BTEL dan sebagai salah satu NSP lagu internasional (lagu “I’m Yours”) yang paling banyak terjual di tahun 2009. (SELESAI) 

Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi:
Aurelius Noorman Ijlas
Corporate Communication PT Bakrie Telecom Tbk
021-92644654/noorman@bakrietelecom.com

Tentang Bakrie Telecom
Bakrie Telecom, operator telepon tetap tanpa kabel, memiliki komitmen kuat untuk berkontribusi dalam meningkatkan teledensitas dan memenuhi kebutuhan pasar di Indonesia. Dengan menerapkan “Disruptive Innovation” sebagai budaya perusahaan, Bakrie Telecom mengalami pertumbuhan kinerja yang tinggi dengan peningkatan jumlah pelanggan hingga lebih dari 10 juta pada 79 kota di akhir tahun 2009. Bakrie Telecom yang juga dikenal dengan produk-produknya yang menarik, inovatif, dan diterima pasar, menyediakan layanan fixed wireless access melalui Esia, Wifone, Wimode, dan “SLI Hemat 009”.