Bakrie Telecom Resmi Luncurkan "Hijau Untuk Negeri"
Langkah inovatif Bakrie Telecom untuk memperkuat kepedulian terhadap kondisi lingkungan hidup terus berlanjut dengan meresmikan gerakan "Hijau Untuk Negeri". Dengan berjalannya langkah strategis ini Bakrie Telecom merupakan operator telekomunikasi pertama di Indonesia yang secara komprehensif mengintegrasikan pengelolaan lingkungan di seluruh operasinya.
Kampanye Hijau Untuk Negeri merupakan upaya berkelanjutan yang dimulai pada awal tahun 2010 dan melibatkan semua divisi internal di Bakrie Telecom untuk saling bekerja sama mencapai tujuan-tujuan berikut:
- Menggunakan ulang (reuse) atau mendaur ulang (recycle) 75% dari limbah eletronik yang dihasilkan network dan IT di tahun 2011
- Memastikan bahwa pada saat tahun 2011, 50% dari capital spending perusahaan sudah sesuai dengan kriteria Supplying Green kami
- Mengurangi 50% emisi gas rumah kaca pada setiap pelanggan, sejak tahun 2009 hingga tahun 2014
- Mengumpulkan 50.000 handset bekas untuk digunakan kembali (reuse) atau didaur ulang (recycle) hingga tahun 2012
Tujuan tersebut didukung oleh inisiatif banyak pihak di setiap departemen termasuk program optimalisasi energi dalam jaringan perusahaan, program "Supplying Green" di gudang perusahaan, program penghematan sumber daya, Program SMS pelanggan dan program handset daur ulang.
Kampanye Hijau Untuk Negeri juga berfokus pada meningkatkan kesadaran akan masalah lingkungan di seluruh karyawan Bakrie Telecom maupun meluas pada masyarakat Indonesia. Upaya penyadaran ini telah dicapai melalui kampanye sosialisasi internal yang intensif yang menampilkan kolaborasi dengan The Climate Project Indonesia maupun berbagai inisiatif eksternal untuk mendorong masyarakat mengambil tindakan dan 'Go Green'.
"Kami telah menetapkan tujuan agresif dan mengambil tindakan segera untuk menyediakan konektivitas yang terjangkau bagi semua warga negara Indonesia. Saat yang bersamaan kami juga mengurangi penggunaan sumber daya alam (reduce), sedapat mungkin menggunakan kembali semua material (reuse), dan mendaur ulang limbah elektronik, kertas, dan bahan lainnya (recycle)", kata Anindya Bakrie Presiden Direktur PT Bakrie Telecom Tbk saat meresmikan kampanye Hijau Untuk Negeri di Jakarta kemarin.
Lebih lanjut Anindya menjelaskan meskipun telekomunikasi memiliki jejak lingkungan yang relative lebih kecil dibanding industri lain, namun tetaplah penting untuk mengatasi persoalan jumlah energi yang digunakan di jaringan bergerak, secara efektif mengelola handset kadaluarsa dan limbah elektronik serta mengkaji kembali jumlah kertas, plastik, dan bahan lain yang digunakan dalam kemasan produk. Hal ini tidak hanya mengurangi jejak lingkungan industry, tapi juga mengurangi biaya dan menciptakan bisnis yang baik.
Untuk mengembangkan isu ini pada tingkat yang lebih luas, Bakrie Telecom telah menjadi anggota ASEAN pertama dalam GeSI (Global eSustainability Initiative), suatu organisasi perlindungan lingkungan hidup paling berpengaruh dalam industri teknologi informasi dan komunikasi (ICT) global serta berinisitatif menawarkan perspektif Indonesia untuk kelompok dialog yang sedang berlangsung.
Bakrie Telecom berkeinginan untuk membangun dari waktu ke waktu tujuan dan kegiatan kampanye Hijau Untuk Negeri dan berusaha melakukan perbaikan terus-menerus serta keberlanjutan. Program ini dikelola untuk mencapai sukses jangka panjang oleh suatu Green Team yang tediri dari berbagai senior manager berbakat di bawah pimpinan seorang pimpinan program Hijau Untuk Negeri yang melapor langsung kepada Dewan Direksi perusahaan.
"Memformalkan aktivitas Hijau Untuk Negeri membantu kami memenuhi visi menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat Indonesia melalui konektivitas informasi. Melalui program ini, Bakrie Telecom memberikan kontribusi untuk kehidupan yang lebih baik untuk generasi sekarang dan masa depan", menekankan Anindya.
Bakrie Telecom memang telah gencar melakukan aktivitas strategis Hijau Untuk Negeri. Kesadaran terhadap dampak besar industri telekomunikasi terhadap lingkungan mendorong operator telekomunikasi berbasis teknologi CDMA ini untuk menerapkannya secara integrative di setiap lini operasi perusahaan (lihat release "Industri Telekomunikasi Berdampak Besar Pada Lingkungan Hidup"). Kesadaran inilah yang juga mendorong Bakrie Telecom tergabung dalam GeSI sebagai operator telekomunikasi pertama di Asia Tenggara (lihat release "Bakrie Telecom Perkuat Komitmen Perlindungan Lingkungan Dengan Gabung Ke GeSI")