header_projects
   

Sepatah Kata Dari Manajemen

Sebagai perusahaan yang hidup dan berkembang bersama masyarakat dengan tanggung jawab sosial, PT Bakrie Telecom TBK menyadari bahwa perilaku sehari-hari manusia berdampak pada lingkungan hidup. Energi, bahan bakar, air, dan sumber-sumber lainnya yang kita gunakan dalam beraktivitas memiliki dampak negatif terhadap bumi dan menyumbang pada perubahan iklim.

Teknologi komunikasi, seperti layaknya sektor industri, memiliki dampak pada lingkungan. Seiring dengan perkembangan sektor telekomunikasi Indonesia dan global, menembus angka 120 juta pelanggan pada tahun 2009, begitupula dampak-dampaknya terhadap lingkungan. Untuk menjalankan jaringan dibutuhkan energi, peralatan dan ponsel rongsokan dapat berubah menjadi sampah elektronik, serta kertas dan plastik digunakan dalam jumlah besar untuk memproduksi starter pack, voucher dan produk lainnya. Sebagai contoh, kami memperkirakan, kini ada lebih dari 15 juta ponsel rongsokan menjadi sampah setiap tahun.

Sebagai operator telekomunikasi yang berkembang cepat dengan visi menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat Indonesia melalui konektivitas informasi, Bakrie Telecom menyadari pentingnya pengambilan langkah yang cepat dan kongkrit demi mengurangi dampak-dampak negatif terhadap lingkungan. Untuk itu, perusahaan kami telah melakukan sebuah inisiatif pemeliharaan lingkungan jangka panjang yang bernama Bakrie Telecom "Hijau Untuk Negeri" atau "Green for the Nation".

Sasaran kami adalah penghematan energi, mengurangi sampah, 'menghijaukan' supply chain, meningkatkan efisiensi pemakaian kertas dan air, serta mendukung kesadaran lingkungan bersama seluruh karyawan dan segenap rakyat Indonesia. Ini semua dilakukan sembari kami terus menyediakan saluran komunikasi berkualitas tinggi.

Kami yakin, hal ini lebih dari sekedar tanggung jawab sosial, ini adalah bisnis yang baik. Hijau Untuk Negeri adalah penciptaan produk dan layanan yang lebih menguntungkan dan ramah lingkungan, pengurangan biaya operasional, dan meminimalkan sisa pembuangan dan resiko terhadap alam. Secara singkat dapat disebutkan bahwa 'Hijau' adalah strategi perusahaan.