Bakrie Telecom Serahkan Infaq Hape Esia Hidayah Tahap Kedua Senilai Rp 1 Miliar

Jakarta, 4 November 2009
CSR Image 1

CSR Image 1

PT Bakrie Telecom Tbk melanjutkan penyerahan Infaq Hape Esia Hidayah tahap kedua senilai Rp 1 Miliar,- kepada 5 lembaga, yaitu Majelis Ulama Indonesia, Dompet Duafa Republika, Bakrie Untuk Negeri, ANTV Peduli dan kegiatan corporate sosial responsibility (CSR) BTEL. Infaq tahap kedua ini merupakan hasil penjualan Hape Hidayah periode 27 Oktober – 15 Desember 2008. Sedangkan Infaq tahap pertama sebesar Rp 1,4 Miliar telah diserahkan kepada 5 lembaga di atas pada awal bulan Desember 2008.

Penyerahan dana infaq tahap kedua ini dilakukan oleh Rakhmat Junaidi, Direktur Corporate Services PT Bakrie Telecom kepada lima lembaga tersebut di SMP Cipta Karya, Cawang Baru, Jakarta. SMP ini merupakan salah satu sekolah yang menerima bantuan penyediaan fasilitas perpustakaan dari infaq yang diberikan melalui ANTV Peduli.

Secara keseluruhan ANTV Peduli akan menyalurkan infaq dengan memberikan bantuan fasilitas perpustakaan di 14 sekolah dasar untuk kaum dhuafa di Jawa Tengah, Jabodetabek dan Sumatera Barat.

Sementara itu Majelis Ulama Indonesia rencananya akan menggunakan dana ini untuk mengembangkan program pelatihan bagi para santri dan kaum dhuafa melalui Yayasan Dana Dakwah Pembangunan dan Yayasan Sekar Bumi. Program ini akan dilakukan di Batang Jawa Tengah dan diikuti oleh santri dan kaum dhuafa dari seluruh Indonesia.

Dari dana tahap pertama sebesar Rp 500 juta yang telah diterima oleh Majelis Ulama Indonesia, lembaga ini melalui kedua yayasan tersebut telah mulai melakukan seleksi kepada calon peserta pelatihan dari 7 kabupaten di Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, Kotamadya Pekalongan, Kendal dan Temanggung. MUI juga telah dan sedang melakukan 3 program pelatihan dari 51 program pelatihan yang direncanakan dilakukan selama 1 tahun mendatang.

Untuk Dompet Dhuafa Republika, lembaga ini membiayai beasiswa tahun pertama masa studi 28 mahasiswa dari 11 universitas di Indonesia. Total masa studi yang akan dibantu adalah 3 tahun masa beasiswa. Jika mereka dapat mempertahankan prestasi akademis mereka maka tidak tertutup kemungkinan mereka akan menjadi bagian dari keluarga besar Bakrie Telecom melalui rekrutmen pegawai.

Kepada lembaga Bakrie Untuk Negeri, Bakrie Telecom telah menyerahkan dana sebesar Rp 250 juta pada tahap pertama yang telah digunakan untuk menyediakan koran Berani (Berita Anak Indonesia) di 18 sekolah dasar di Indonesia. Penyediaan koran ini merupakan perwujudan program ”Gerakan Membaca Setiap Hari” agar anak-anak memiliki kebiasaan membaca guna peningkatan dan pengembangan pengetahuan mereka.

Khusus untuk kegiatan CSR Bakrie Telecom, dana tahap pertama digunakan untuk pendidikan dan contigency penanggulangan bencana alam di Indonesia, terutama bencana yang mempengaruhi aspek pendidikan seperti perbaikan sekolah, sumbangan buku pelajaran dan lain sebagainya.

Sejauh ini Bakrie Telecom telah membentuk tim-tim tanggap bencana di beberapa wilayah regionalnya, seperti Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Tim tanggap bencana ini merupakan gabungan dari relawan karyawan perusahaan yang sewaktu-waktu siap membantu menolong dan menyelamatkan jiwa manusia dalam keadaan bencana. Untuk mempersiapkan tim ini, Bakrie Telecom mendapat dukungan dari tim profesional yang memiliki pengalaman dan kemampuan dalam SAR.

Sudah bergabung 100 orang dalam tim ini. Kedepannya tim-tim ini juga akan diperluas pula ke Sumatera Bagian Utara, Kalimantan dan Sulawesi. Rencananya dana hasil infaq ini akan dipergunakan untuk mempersiapkan peralatan tim tanggap bencana dan meningkatkan kompetensi mereka sebagai tim yang siap menghadapi saat-saat kritis akibat bencana alam.

”Melalui penyerahan dana ini Bakrie Telecom ingin menunjukkan kepada pelanggan Esia dan masyarakat umum bahwa dana mereka telah digunakan untuk kepentingan pendidikan yang sangat bermanfaat. Persoalan pendidikan di Indonesia membutuhkan kepedulian dan kontribusi kita semua sebagai anak bangsa. Melalui Hape Esia Hidayah ini maka kita memiliki sarana untuk menyalurkan sedikit dana bagi kepentingan pendidikan anak-anak kita”, ujar Rakhmat.

Lebih lanjut Rakhmat menambahkan, Bakrie Telecom bisa berkembang sejauh ini karena adanya dukungan yang begitu besar dari pelanggan dan masyarakat Indonesia. Sudah sewajarnya dan seharusnya jika Bakrie Telecom juga memperhatikan berbagai persoalan yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia.

Menurutnya Bakrie Telecom ingin membangun suatu kesadaran kolektif akan kepedulian terhadap masalah bangsa. Keseimbangan antara aspek fungsional dan sosial sehingga memberikan nilai-nilai khusus bagi pelanggan sendiri. Apalagi Hape Esia Hidayah, fitur-fiturnya sarat dengan nilai keagamaan. Nilai-nilai inilah yang membuat paket bundling Esia berbeda dengan paket-paket yang dikeluarkan operator telekomunikasi lainnya. “Dan terbukti mendapatkan respons sangat positif dari masyarakat”, ujarnya. (rls)