Bakrie Telecom Lakukan Gerakan Lingkungan Hidup Di Wonosobo
Wonosobo - Musibah tanah longsor yang terjadi di Kecamatan Kejajar Wonosobo pada bulan Januari lalu ternyata mendorong Bakrie Telecom (BTEL) untuk turut berpartisipasi dalam gerakan pelestarian lingkungan hidup di Wonosobo, Jawa Tengah.
Partisipasi tersebut diwujudkan dengan mendukung gerakan ”Save Dieng For The Future” berupa penanaman 3000 bibit pohon Cemara Gunung untuk ditanam di daerah tersebut.
Penanaman tersebut dilakukan di Desa Kreo, sebuah desa percontohan pelestarian lingkungan hidup di Wonosobo. Pohon Cemara Gunung dipilih berdasarkan pertimbangan bahwa pohon ini mudah perawatannya dan sesuai untuk kontur pegunungan yang memang menjadi ciri khas wilayah Dieng.
Lagipula kegiatan ”Save Dieng for the Future” selaras dengan gerakan penanaman 1 milyar pohon yang digagas oleh Departemen Kehutanan dan himbauan Gubernur Jawa Tengah yang prihatin terhadap kerusakan alam di kawasan Dieng.
”Kami amat prihatin terhadap musibah tanah longsor yang sampai menelan korban jiwa. Tak sepantasnya musibah tersebut terjadi pada wilayah yang sangat terkenal wisata alamnya.
Oleh sebab itu Bakrie Telecom mendukung sepenuhnya gagasan ”Save Dieng for The Future”. Ini juga menjadi bukti dari komitmen kami dalam bepartisipasi aktif dalam masyarakat., ujar Boedi Hartawan, GM Commerce Regional Jawa Tengah dan Jogjakarta PT Bakrie Telecom Tbk.
Dukungan Bakrie Telecom dalam kegiatan ini tidak hanya sekedar dukungan terhadap lingkungan hidup saja, disamping itu ini merupakan bentuk penghargaan BTEL terhadap keterlibatan langsung karyawan Bakrie Telecom yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya.
Gagasan ”Save Dieng For The Future” ini muncul akibat kepedulian beberapa karyawan BTEL terhadap kondisi longsor yang terjadi di Dieng. Kemudian keprihatinan ini disampaikan kepada komunitas otomotifnya, Hyundai Accent Club dan di sambut baik sehingga menjadi keprihatinan bersama oleh para anggota di komunitas tersebut.
Kepedulian ini merupakan hasil dari program CSR untuk pemberdayaan karyawan perusahaan dalam mengembangkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Karena BTEL meyakini bahwa CSR bukan sekedar kegiatan philantrophy namun lebih dari itu CSR harus menjadi bagian dari perusahaan beserta pegawainya dalam bertindak, bersikap dan bertutur.
BTEL melihat bahwa pemberdayaan adalah salah satu bentuk proses kolaboratif dan sinergi antara karyawan, perusahaan dan masyarakat yang dapat saling bahu membahu dalam menciptakan kehidupan yang lebih baik
”Karyawan Bakrie Telecom ini tergabung dalam relawan BTEL ROCKs (Reaching Out Communities and Kids). Dalam BTEL ROCKs karyawan diberikan pengayaan materi dibidang sosial dan diharapkan dapat melakukan sesuatu untuk masyarakat. Terbukti rekan kami, Donny Ariyanto mampu mengajak komunitasnya untuk melakukan kegiatan sosial yang bermanfaat jangka panjang bagi masyarakat maupun lingkungan”, tambah Boedi.
Tim relawan inilah yang menurut Boedi merupakan garda terdepan Bakrie Telecom ketika berpartisipasi dalam setiap kegiatan sosial maupun menghadapi berbagai musibah bencana alam. Mereka telah diterjunkan ke berbagai tempat terjadinya bencana seperti Tasikmalaya, Situ Gintung, Padang dan Pariaman di Sumatera Barat.
Keprihatinan melihat kondisi alam yang menyebabkan tanah longsor di Dieng menjadi semangat kebersamaan untuk berbuat sesuatu bagi alam. ”Harus ada sesuatu yang dilakukan. Makanya kemudian kami menjalin kemitraan dengan Hyundai Accent Club , lembaga swadaya setempat, Tim Pemulihan Dieng, sehingga gagasan Save For The Future yang didukung sepenuhnya oleh Bakrie Telecom juga mendapat dukungan penuh dari semua elemen di masyarakat Wonosobo”, tegas Donny lebih lanjut.
Keterlibatan Bakrie Telecom kemudian berkembang dengan mengerahkan karyawannya yang tergabung dalam komunitas sepeda motor Esia Bikers untuk bersama-sama melakukan aktivitas pelestarian lingkungan di kawasan Dieng. Bakrie Telecom berharap sinergi yang diperlihatkan karyawannya dengan komunitas masyarakat akan terus berlanjut dan mampu mendukung upaya pelestarian lingkungan hidup Wonosobo yang kini memerlukan perhatian bersama.



